Text
Tan Malaka, Bapak Republik yang Dilupakan
Buku ini memaparkan perjalanan hidup Tan Malaka — mulai dari pemikirannya, aktivitas politiknya, hingga akhir hidupnya yang tragis — sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah republik Indonesia yang kerap dilupakan. Kisah ini diangkat dari hasil reportase majalah Tempo (2001-2009).
Ia orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya “Bapak Republik Indonesia”. Sukarno menyebutkannya “seorang yang mahir dalam revolusi”. Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.
Tan melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Sukarno pernah menulis pernyataan politik yang berisi wasiat penyerahan kekuasaan kepada empat nama—salah satunya Tan Malaka—apabila Bung Karno dan Bung Hatta mati atau ditangkap. “… Jika saya tiada berdaya lagi, maka saya akan menyerahkan pimpinan revolusi kepada seorang yang telah mahir dalam gerakan revolusioner, Tan Malaka,” kata Sukarno. Tapi di masa pemerintahan Sukarno pula Tan dipenjara dua setengah tahun tanpa pengadilan.
Kisah Tan Malaka adalah satu dari empat cerita tentang pendiri republik: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, dan Sutan Sjahir. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo sepanjang 2001-2009, serial buku ini mereportase ulang kehidupan keempatnya. Mulai dari pergelokan pemikiran, petualangan, ketakutan hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.
| NF01439 | 923.5 TIM t | Ruang Koleksi 900-999 (900-an) | Available |
No other version available